Untuk download lagu, silakan langsung klik pada menu DOWNLOAD di sidebar sebelah kiri!

SEARCH

BANNER

 AjikinsideTM

LINK BANNER

Compilation Music Underground IndoMetalBox

SHOUTBOX

METAL SITE

DISTRO

METAL NEWS

Loading...

ROTTEN CORPSE ; FIRST BLOOD AND CURSED


Ini epos tentang Rotten Corpse, sebuah legenda brutal death asal Malang yang pertama kali mempresentasikan nada-nada ekstrim kepada khalayak metal Indonesia. Kisah nyata band lokal yang membuka jalan penuh cadas dan melesat tinggi dalam waktu singkat. Namun juga penuh duri tajam serta konflik berkepanjangan. Ngotot bertahan tapi akhirnya seperti diselimuti kutukan. Jika itu sebuah kenangan dan seribu pelajaran, maka simak sedikit catatan kisah mereka. A legendary maggots. This is the ultimated classic!...

"Awalnya pada tahun 1994 cikal bakal Rotten Corpse adalah sekedar band session aja. Waktu itu saya udah malang-melintang bikin band ini-itu, dengan genre yang ini-itu juga. Sementara saya nge-fans banget sama band-nya Adyth, Orchestration Foolish. Band temen deket yang saya anggap paling oke, paling rapi di antara semuanya," jelas Aryev Gobel ketika mengingat kembali dari mana kisah epik metal ini harus dimulai.


Dia lalu melanjutkan ceritanya, "Si Adyth lah yang pertama kali nawarin bikin band session itu. Kita pengen coba main di genre metal yang lebih berat dan berisik. Setelah melalui tahap adaptasi personel, kita sepakat untuk serius dan band session ini dinamai Disgorged dengan formasi awal ; saya di vokal, Adyth dan Wawan di gitar, Upik di bass, dan Anton di drum."


Berbagai proses dilalui, hingga akhirnya pada pertengahan Juni 1995 mereka dengan mantap mengubah nama band itu menjadi Rotten Corpse. Gitaris Adyth [eks Orchestration Foolish], vokalis Aryev Gobel [eks Abstain], gitaris Wawan [eks Lunatic Asylum], bassis Upick [eks Orchestration Foolish], dan drummer Anton [eks Lunatic Asylum] tampak cukup antusias untuk mengibarkan bendera brutal death metal di tanah Malang.

"ANTHEM FOR YOUR THROAT" Album Compilation

'ANTHEM FOR YOUR THROAT', merupakan 'project' pertama dari BLOODLIES  RECORDS --sebuah Record Label dari Kota SOLO--. Album kompilasi dalam format CD ini menampilkan 12 band asal Solo seperti Remain Silent, Semboyan 35, Beneath The Burning Skies, Spirit OF Life dll. Dengan dibanderol  harga Rp.25.000,- album ini merupakan  introduksi akan band-band cadas asal Solo yang sedang berkembang sekarang ini kepada khalayak yang lebih luas.

Pada realitanya, Solo memiliki band-band Rock/Metal/Hardcore/Punk dengan progress yang cukup pesat dan berkembang lebih luas dibanding beberapa tahun sebelumnya. Beberapa diantaranya juga telah memiliki karya sendiri dan telah didokumentasikan dalam sebuah bentuk demo, melalui proses recording.

Namun sungguh disayangkan jika demo-demo yang telah dikerjakan dengan susah payah, dengan mengeluarkan energi, pikiran sampai budget yang cukup besar tersebut hanya akan tersimpan dalam hardisk komputer mereka masing-masing atau beredar dikalangan sendiri atau lebih jauh lagi paling hanya beredar selama beberapa saat di stasiun radio lokal!

Maka dari itu, BLOODLIES RECORDS mencoba untuk mendokumentasikan karya-karya dari band-band asal Solo tersebut ke dalam sebuah album kompilasi, dengan harapan karya mereka akan dikenal masyarakat yang lebih luas dan menghasilkan feedback yang positif kepada band-band kontributor.

Namun tentu saja segala upaya dan harapan tersebut tidak akan terwujud tanpa bantuan dari berbagai pihak, mulai dari band, media partner, sponsor, dan tentu saja masyarakat penikmat musik cadas kota Solo!

Jadi,.. tidak ada salahnya jika sekarang kita mulai melihat KESEMPATAN yang dimiliki ditengah-tengah jalan buntu yang kita hadapi, melihat KEKUATAN yang kita miliki daripada kelemahan yang kita hadapi.
Now or Never.. ..

ARTIKEL LAIN DARI SOLOPOS.COM:
Solo (Espos)–Posisi grup band beraliran keras alias cadas di Kota Solo dinilai masih terbilang eksklusif. Namun sejauh ini eksistensi mereka terus mengalami peningkatan yang signifikan. Penggemar grup beraliran punk rock, metal dan hardcore tersebut juga semakin membludak seiring sering tampilnya mereka di berbagai panggung hiburan, festival, konser musik, hingga Pensi di sekolah-sekolah.
“Sayangnya karya-karya buatan mereka jarang ada yang mengangkat ke permukaan. Atas dasar untuk semakin menunjukkan kiprahnya, maka terbentuklah album kompilasi ini untuk mengangkat pamor grup band yang bisa dikatakan underground ini,” ujar Arya Pradana, personel Enforced kepada wartawan, Rabu (9/9), di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
Dengan semakin terbukanya mereka untuk go public, menunjukkan band-band beraliran cadas itu bisa diterima kalangan masyarakat yang lebih luas. Salah satu pembuktiannya adalah keluarnya album kompilasi bertajuk Anthem for Your Throat yang diproduseri Arya.
Pada album itu, 12 grup band menyumbang masing-masing sebuah lagu. Band-band asal Solo yang mengisi album yang sudah beredar di pasaran mulai Agustus lalu itu, antara lain Spirit of Life, Never Again, Enforced, Overdose Miracle, serta Last Blood. Sedangkan dua di antaranya berasal dari luar Kota Bengawan, yaitu Beneath The Burning Skies asal Sukoharjo dan End of Julia dari Yogyakarta.

Download Track LELEMBUT


LELEMBUT - Melatiku Menuju Surga



LELEMBUT - Menembus Gerbang Kegelapan